Selasa, 21 Agustus 2007

Balashin sai Herbal Breath Freshener And Throat Soother Cap Harimau


Jenis rancangan : Kemasan

Jenis Produk : Obat - obatan

Nama Produk : Herbal Breath Freshener And Throat Soother Cap Harimau

Nama Produsen : Tiger Medicals Ltd

Alamat : 2 Chia Ping Road#09-00 Haw Par Tiger Balm Building, Singapore, 619968 Singapore

Telepon :
Tel: 65-62652777
Fax: 65-62654703

Ukuran :
- Panjang : 82 mm
- Lebar : 105 mm

Warna dominan : Hijau, Kuning, Merah

Teknik produksi : Cetak offset

Visual Yang Tampak : Harimau yang melompat, dikelilingi oleh dedaunan dan bunga mawar.

Penafsiran : Pengaruh antara kebudayaan Tionghoa dengan desain kemasan ini terasa kuat sekali, terlihat adanya tipografi huruf Cina, dan penggunaan lambang harimau yang biasa digunakan orang Tionghoa untuk perlambangan berbagai macam keperluan (misalnya shio, fengshui, dan instrumen-instrumen lainnya). Harimau merupakan lambang kebesaran, kehormatan, dan ketegasan. Menurut filosofi tradisional Cina, dikatakan bahwa ’’harimau tidak pernah tidur’’, yang bermakna kewaspadaan dari harimau yang sedang terjaga. Harimau juga melambangkan kekuatan dan ketegasan. Secara implisit, penggunaan visual harimau pada kemasan ini dimaksudkan bahwa obat ini bersifat ampuh dan kuat. Penggunaan warna-warna seperti kuning (juga emas), hijau, merah, dan putih juga memiliki arti tertentu yang sesuai dengan fungsi permen herbal ini. Hijau, melambangkan kesuburan, dan menunjukkan unsur-unsur herbal (tanaman-tanaman) obat pada permen ini. Warna kuning melambangkan arti keemasan, kejayaan, kemenangan, dan kemakmuran. Warna merah melambangkan keberanian, semangat, dan keberuntungan. Warna putih melambangkan keteguhan dan kekuatan. Ketiga warna ini (putih, merah, dan kuning) menunjukkan proses dan hasil setelah mengkonsumsi permen obat ini, yaitu teguh, semangat, kuat, berani, dan menang, dalam hal ini dalam melawan dan sembuh dari penyakit.

Selain itu, terdapat penggunaan bentuk segi delapan pada tulisan tipografi Cina dengan warna merah, yang berarti "Pak kua tan". Apabila dipilah-pilah artinya secara sepotong-sepotong, terdapat pengertian-pengertian yang sangat penting dalam unsur fengshui Cina itu sendiri. "Pak" berarti angka delapan, yang konon merupakan jumlah atau nominal yang sangat penting dan digemari bagi masyarakat Cina, karena dianggap membawa hoki (keberuntungan). Lalu "Pak kua" merupakan instrumen yang kerap digunakan dalam ilmu fengshui, berupa semacam papan kompas bersegi delapan, yang menunjukkan ke segala penjuru arah, mulai dari utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat laut, barat, dan barat daya. Papan ini juga terdiri dari lingkaran-lingkaran yang berlapis-lapis (seperti lingkaran yang mengelilingi gambar harimau pada kemasan), karena pakkua itu sendiri dipercaya sebagai alat untuk menolak bala (hal-hal jahat), dan memerangkapkan setan, serta membuat setan tersebut tersesat di dalam lingkaran-lingkaran tersebut. Setan dalam hal ini adalah penyakit.



Lalu terdapat pula elemen dekoratif berupa bunga mawar. Bunga mawar adalah bunga yang digemari dan sering digunakan oleh masyarakat Cina sebagai elemen dekoratif. Bunga ini melambangkan kemeriahan dan kesegaran karena harumnya. Hal ini lagi-lagi menunjukkan unsur herbal dari produk ini (wangi dan segar).

Produk obat batuk ini merupakan produk dari luar, namun kami menemukan produk lokal serupa, yang merupakan tiruan produk ini, yaitu Ban Kim Tan, sebagai berikut :



Ditinjau dari desain lay-out kemasan, terlihat kemiripan yang amat sangat dengan produk Balashin sai. Hal ini terutama dari segi penempatan tipografi (di atas lingkaran-lingkaran dan di atas segi delapan), penempatan elemen gambar utama (gambar harimau dan gambar dua sekop sam-sama di tengah), dan elemen grafis pendukung (bunga mawar dan bunga teratai). Gambar dua buah sekop merupakan sebuah trademark produk, sedangkan penggunaan bunga teratai merupakan hubungan secara fungsional dan kultur-historis. Fungsional di sini adalah, bunga teratai memang dapat digunakan sebagai bahan pengobatan (tumbuhan herbal). Sedangkan secara kultur-historis, bunga teratai merupakan bunga yang penting bagi kaum Tionghoa. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar orang Tionghoa menganut agama Buddha. Dalam agama Buddha, terdapat tokoh dewi Kwan Im atau yang juga dikenal sebagai Avalokitesvara Bodhisatva. Dewi ini selalu digambarkan duduk atau berdiri di atas bunga teratai. Hal ini dikarenakan bunga teratai dianggap sebagai bunga yang paling suci. Bunga ini hanya bisa hidup di air bersih.

Produk Ban Kim Tan tiruan Balashin Sai ini sendiri merupakan trademark yang dimiliki oleh seorang Tionghoa bernama Yap Nie Fa, dan diproduksi di Bogor. (Jl. Pabrik Gas No. 5. Bogor).




Tidak ada komentar: